Volendam Belanda…. Kampung Nelayan destinasi wisata dunia…

matahatiku.com - Volendam merupakan suata nama kawasan di Belanda yang berlokasi di pelabuhan dekat dengan Edam yang merupakan ujung awal dari sungai IJ.

Tahun 1357, penduduk edam membangun kanal yang lebih pendek yang mengalir menuju Zuiderzee yang memiliki pelabuhan yang terpisah.

Lalu kemudian, dilakukan reklamasi dikawasan tersebut untuk memfungsikan pelabuhan lama dikawasan tersebut.

Penduduk dikawasan itu rata-rata bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan yang membentuk suatu komunitas yang akrab dikawasan tersebut.

Pada awal abad 20an, lokasi ini menjadi kawasan yang digunakan sebagai jujugan seni dimana Picasso dan Renoir pernah menghabiskan waktu dilokasi ini. Mayoritas penduduk memiliki keyakinan dengan Gereja Roman Catholic yang sangat berhubungan erat dengan budaya masyarakat setempat.

Sejarah mencatat bahwa banyak missionaris dan bishops lahir dan tumbuh dikawasan ini. Disana terdapat Chapel Our lady of water yang memiliki hubungan sejarah dengan seorang visionaris yang kontroversial bernama Mrs. Hille Kok yang berlokasi di Village park.


Akses menuju kawasan Volendam ini tidaklah terlalu sulit. Melalu Amsterdam central station, kita bisa menaiki bus nomer 118 menuju Edam village dengan harga tiket 7.5e pulang-pergi.

Kawasan ini merupakan salah satu jujugan para wisatawan asing maupun wisatawan lokal untuk menghabiskan liburan akhir pekan tidak terkecuali saya. Saya khusus datang ke Volendam untuk melihat kawasan wisata pantai yang agak sedikit mirip dengan daerah sunda kelapa kota tua jakarta.

Disisi kiri kawasan tersebut banyak terdapat cafe-cafe dengan pemandangan menghadap laut yang dihiasi dengan jajaran perahu-perahu tua nelayan Volendam. Selain itu, disana juga terkenal dengan foto kostum a la warga Belanda, belum ke Belanda rasanya kalau belum bisa memamerkan foto berkostum ala nelayan belanda ini.

Selain itu, Volendam merupakan daerah produsen keramik-keramik kecil khas Belanda yang sebagian besar berwarna biru. Berbeda dengan di Amsterdam,dikawasan ini harga souvenir yang ditawarkan bisa sampai 3 kalilipat lebih murah. Souvenir kincir angin yang berukuran paling kecil diberi harga 1.95e padahal di amsterdam bisa sampai 5 euro.


Selain souvenir kincir angin, sepatu kayu Belanda juga merupakan salah satu pilihan utama oleh-oleh. Souvenir ini dijual juga di gerai berfoto, jadi sembari menunggu antrian foto saya juga bisa memilih-milih keramik imut ataupun gantungan kunci yang saya jadikan oleh-oleh.

Selain simple dan ringan, harga murah tentunya. Untuk berfoto, harga yang ditawarkan cukup variatif yang kalau saya boleh bilang, variatif yang kearah mahal. Mereka menawarkan harga 13.5 e sekali foto untuk 1 orang dalam satu scene. Tetapi harga akan berangsur-angsur lebih murah jika semakin banyak orang yang berfoto dalam 1 scene.

Saya yang datang kesana bertiga, memilih paket yang seharga 21 e, sehingga masing – masing dari kami mengeluarkan uang 7 euro untuk sekali foto. Ada tempat foto yang melarang kami untuk melakukan foto dengan kamera sendiri distudio,tetapi ada yang mengijinkan.

oh iya, ada 1 tempat foto di Volendam yang menjadi jujugan berfoto wisatawan Indonesia, oleh karena itu hampir semua pegawai di tempat foto tersebut sedikit paham dan bisa menggunakan bahasa Indonesia.

Ditempat itu juga beberapa public figure pernah melakukan foto kostum. Megawati, alm.Gusdur dan beberapa artis kenamaan pernah berfoto disana dan foto-fotonya pun dipampang diruangan depan studi foto. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Indonesia, untuk itulah banyak wisatawan Indonesia yang saya temui berfoto ditempat itu.

sumber : tantristory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>